Leave Your Message
  • Telepon
  • E-mail
  • WhatsApp
  • Wechat wechat
    weixinat5
  • Prospek harga tembaga untuk tahun 2026: Defisit struktural dan meningkatnya permintaan mengubah pasar logam merah.
    Berita

    Prospek harga tembaga untuk tahun 2026: Defisit struktural dan meningkatnya permintaan mengubah pasar logam merah.

    26 Februari 2026

    Prospek harga tembaga untuk tahun 2026: Defisit struktural dan meningkatnya permintaan mengubah pasar logam merah.

    Menjelang tahun 2026, pasar tembaga mengalami transformasi mendasar, didorong oleh kombinasi kuat antara kendala pasokan dan meningkatnya permintaan dari sektor kecerdasan buatan dan energi terbarukan. Para analis memproyeksikan lanskap apresiasi harga yang signifikan, dengan konsensus menunjukkan periode harga yang lebih tinggi secara berkelanjutan.

    2ee5769cebdc582c47081a3ee1b8a5cb.jpg

    Pembatasan pasokan semakin ketat.
    Lonjakan harga saat ini disebabkan oleh krisis pasokan yang semakin parah. Setelah bertahun-tahun kurangnya investasi dalam proyek pertambangan baru,KARENAProdusen besar seperti Freeport-McMoRan dan Southern Copper telah menurunkan perkiraan produksi mereka untuk tahun 2026. Ditambah dengan gangguan operasional di tambang-tambang utama di Chili, Peru, dan Indonesia, pertumbuhan produksi tembaga olahan global diperkirakan akan melambat menjadi hanya 0,9% pada tahun 2026, turun dari 3% pada tahun 2025. Hal ini menyebabkan persediaan global yang sangat rendah, yang sekarang berada di bawah tiga minggu konsumsi.

    AI dan teknologi hijau: Pendorong permintaan baru
    Terkait permintaan, tiga ancaman sekaligus yaitu pusat data AI, adopsi kendaraan listrik (EV), dan modernisasi jaringan listrik menghasilkan konsumsi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Satu pusat data AI dapat mengonsumsi hingga 50.000 metrik ton tembaga, menambah permintaan yang sangat besar yang bertentangan dengan kekurangan pasokan. Defisit struktural ini diproyeksikan akan mengubah pasar dari surplus menjadi kekurangan yang signifikan pada tahun 2026.

    Proyeksi harga untuk tahun 2026
    Lembaga keuangan besar telah merevisi perkiraan harga tembaga mereka untuk tahun 2026 ke atas untuk mencerminkan fundamental ini. UBS sekarang memperkirakan harga rata-rata $11.464 per ton, sementara Deutsche Bank memperkirakan rata-rata $12.125/t, dengan puncak $13.000/t pada kuartal kedua. Perkiraan yang lebih optimis dari JP Morgan dan Huatai Securities menunjukkan harga dapat mencapai $13.500/t, dengan potensi melebihi $15.000/t dalam beberapa tahun mendatang.

    Dengan berakhirnya era tembaga murah, logam ini telah memantapkan statusnya sebagai aset penting bagi perekonomian abad ke-21. Pada tahun 2026, prospeknya jelas: pasokan yang ketat dan permintaan yang kuat akan membuat harga tembaga tetap tinggi dan berfluktuasi.