
1. Serat multimode
Ketika ukuran geometris serat (terutama diameter inti d1) jauh lebih besar daripada panjang gelombang cahaya (sekitar 1 µm), akan ada puluhan atau bahkan ratusan mode perambatan di dalam serat. Mode perambatan yang berbeda memiliki kecepatan dan fase perambatan yang berbeda, sehingga mengakibatkan penundaan waktu dan amplifikasi pulsa optik setelah transmisi jarak jauh. Fenomena ini disebut dispersi modal (juga dikenal sebagai dispersi intermodal). serat optik.
Dispersi modal akan mempersempit bandwidth serat multimode dan mengurangi kapasitas transmisinya, sehingga serat multimode hanya cocok untuk komunikasi serat optik berkapasitas kecil.
Distribusi indeks bias serat multimode pada dasarnya berbentuk parabola, artinya memiliki indeks bias bertingkat. Diameter intinya sekitar 50 µm.
2. Serat mode tunggal
Ketika ukuran geometris serat (terutama diameter inti) mendekati panjang gelombang cahaya, misalnya, diameter inti d1 berada dalam kisaran 5-10 µm, serat tersebut hanya memungkinkan satu mode (mode fundamental HE11) untuk merambat di dalamnya, dan mode orde yang lebih tinggi lainnya terputus; serat seperti itu disebut serat mode tunggal.
Karena hanya memiliki satu mode perambatan dan menghindari masalah dispersi mode, serat optik mode tunggal memiliki bandwidth yang sangat lebar dan sangat cocok untuk komunikasi serat optik berkapasitas tinggi. Oleh karena itu, untuk mencapai transmisi mode tunggal, parameter serat harus memenuhi kondisi tertentu. Dihitung menggunakan rumus bahwa untuk serat dengan NA=0,12, untuk mencapai transmisi mode tunggal di atas λ=1,3 µm, jari-jari inti serat harus ≤4,2 µm, yaitu, diameter intinya d1≤8,4 µm.
Karena diameter inti serat optik mode tunggal sangat kecil, persyaratan yang lebih ketat diberlakukan pada proses pembuatannya.
Waktu posting: 10 Januari 2023





